Tentang Saya ?>

Tentang Saya

Dari: Syahrizal Febrianto, S.iP

ArgaMoja. Dilahirkan tanggal 6 pada bulan Mei tahun 1986 dengan nama Argadi.  Bulan kelahirannya (Mei), dalam perbulanan Yunani diambil dari kata Maia Majesta. Ia adalah Dewa Musim Semi. Mungkin ada hubungannya antara Maia Majesta dengan sifat dari Arga. Sama-sama membawa sebuah musim yang menyenangkan yang dapat dirasakan banyak orang terutama orang di sekelilingnya.

Saya dan Arga bertemu ketika sama-sama mengikuti Masa Orientasi Siswa di Universitas Gadjah Mada, tahun 2004 silam. Karena kedekatan saya dan dirinya, saya sudah menganggapnya sebagai keluarga, dan saya yakin begitu juga dengan dia.

Walaupun namanya hanya terdiri dari 6 huruf, pergaulannya tidak sesingkat namanya. Pria dengan tinggi 182 cm ini suka sekali bergaul dan berteman. Sangat banyak tokoh, kalangan, dan komunitas yang dikenalnya, dan sebaliknya, sangat banyak juga yang mengenalnya. Pembawaannya yang supel membuatnya bisa diterima berbagai kalangan. Oleh karena itu, jangan heran jika setiap hari, ia bilang ia mengenal orang yang baru.

Arga menyebut dirinya sebagai seorang Sanguin (yang populer dan menyenangkan) dan Koleris (yang kuat), itu adalah gambaran dari watak aslinya. Kedua watak itu berpengaruh terhadap bagaimana cara kerja dan pola hubungannya dengan orang lain di sekitarnya. Jika diibaratkan sebagai sebuah tata surya, ia adalah mataharinya. Ia adalah poros dan memberikan kehangatan kepada orang-orang didekatnya.

Pria yang sangat gemar nongkrong ini, menggunakan semua indera dalam tubuhnya untuk dituangkan ke dalam tulisannya. Apa yang ia dengar, apa yang ia lihat, dan apa yang ia rasakan, adalah bahan dasar dalam membuat sebuah karya. Yang kemudian akan dicampur aduk menjadi sebuah adonan lezat bagi kalian yang menikmati karyanya.

Topik tentang hubungan antar manusia, percintaan, sifat-sifat dasar pada manusia di sekitarnya, serta tentang negara, adalah tema yang menarik perhatiannya untuk diangkat menjadi sebuah tulisan. Meskipun ia sendiri lebih suka menyebut karyanya itu sebagai sampah.

Dengan membaca gaya bahasa tulisannya yang dia banget, kita akan dibawa ke berbagai pemikirannya dan membuat kita untuk berpikir ulang tentang apa yang sudah kita pikirkan selama ini. Karna baginya, kehidupan itu tidak memiliki rumus dan patokan. Semua bisa berubah, begitu juga pola pikir kita.

Jika ia sedang menulis tentang jatuh cinta. Ia serasa tidak pernah kehabisan kata-kata untuk wanita pujaannya itu. Atau, jika sedang menyindir seseorang. Ia akan tuangkan semua kesinisan dan sarkasnya ke dalam tulisannya. Dan jika dirinya sedang patah hati, maka ia akan menjadikan dirinya sebagai seorang yang sangat terpuruk di dunia.

Arga atau Moja adalah seorang penggemar dari dua orang ternama Eric Cantona (Si Raja Manchester), dan Kahlil Gibran (Tuan Puitis). Kedua tokoh tadi memiliki korelasi dengan sifatnya, yaitu sangat mencintai dirinya sendiri. Dan hal tersebut sangat mempengaruhi keseharian dari seorang Arga dan juga karya-karyanya yang dituangkan dalam tulisannya.

Selamat menikmati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial