Selamat Pensiun, BDI ?>

Selamat Pensiun, BDI

Saya adalah salah satu yang merasa kehilangan keseruan dari Twitter. Ya, semakin kesini Twitter memang semakin membosankan. Semakin banyak aturan, semakin banyak pertarungan. Hingga saya menyebutnya “Para warga Twitter yang maha benar”. Mungkin sudah lebih dari dua tahun saya nyuekin Twitter karena alasan-alasan itu. Masih membekas bagaimana serunya Twitter pada era kejayaannya. Bahkan bisa dibilang, sebagian besar teman-teman saya saat ini berasal dari media sosial berlogo burung tersebut. Twitter seakan mampu menjadi solusi komunikasi dengan siapapun, di belahan dunia manapun….

Read More Read More

Obrolan ?>

Obrolan

Disini kita, mulai berbicara Saat ini, karena terlalu lama menunggu esok hari Apapun itu, ceritakan Bukan melulu hal yang baik Beritahu hal yang terburuk sekalipun Karena tidak ada salah dan benar Teruskan Obrolan hingga larut ini Demi sesuatu yang lebih baik di kemudian Demi sesuatu yang berantakan di masa lalu Namun itu bukanlah suatu alasan kita disini Kita disini karena kita yang menginginkan Sejauh ini  

Pilah Pilih Pilihan ?>

Pilah Pilih Pilihan

Ketika kita terbangun di pagi hari, kita kemudian memilih apa yang akan dilakukan terlebih dahulu. Melihat jam di dinding, melongok ke luar jendela, atau membuka telepon pintar kita. Jika kita memutuskan untuk membuka telepon pintar, kita pun dihadapkan dengan pilihan-pilihan berikutnya. Apa yang akan kita lihat terlebih dahulu? Perangkat chat, email, media sosial, atau kabar tentang pertandingan sepakbola tadi malam. Kita pun bangun dan keluar dari kamar. Lagi-lagi berbagai macam pilihan sudah menanti untuk ditentukan. Apakah kita ingin meminum air putih…

Read More Read More

Stranger ?>

Stranger

Yang sangat asing dan tiba-tiba Begitu saja, tanpa sempat terencana Mungkin pernah berdecak kagum Namun tak pernah terbersit lagi Bersikap realistis dengan keadaan Di hari demi hari yang terlewati, dan tahun demi tahun yang terganti Lalu muncul kembali Menjadi sebuah distraksi sani saat ini Detik bertemu detik, dan beberapa baris ucapan selamat malam Semuanya pun perlahan terlihat nyata

Sang Maha Lihai Mengatur ?>

Sang Maha Lihai Mengatur

2016 memang belum berakhir, masih ada beberapa bulan menjelang. Tetapi saya merasa sudah sangat dikenyangkan dengan asupan pelajaran demi pelajaran. Pun dengan pengalaman-pengalaman yang saya jadikan acuan. Tuhan seakan sedang menguji, dan mampu memaksa saya menjadi seorang plegmatis, dengan menaklukan saya yang sangat koleris.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial