Browsed by
Category: Syair Puisi

Obrolan ?>

Obrolan

Disini kita, mulai berbicara Saat ini, karena terlalu lama menunggu esok hari Apapun itu, ceritakan Bukan melulu hal yang baik Beritahu hal yang terburuk sekalipun Karena tidak ada salah dan benar Teruskan Obrolan hingga larut ini Demi sesuatu yang lebih baik di kemudian Demi sesuatu yang berantakan di masa lalu Namun itu bukanlah suatu alasan kita disini Kita disini karena kita yang menginginkan Sejauh ini  

Stranger ?>

Stranger

Yang sangat asing dan tiba-tiba Begitu saja, tanpa sempat terencana Mungkin pernah berdecak kagum Namun tak pernah terbersit lagi Bersikap realistis dengan keadaan Di hari demi hari yang terlewati, dan tahun demi tahun yang terganti Lalu muncul kembali Menjadi sebuah distraksi sani saat ini Detik bertemu detik, dan beberapa baris ucapan selamat malam Semuanya pun perlahan terlihat nyata

Pick Up Line ?>

Pick Up Line

Disini, masih sama seperti hari kemarin Mencoba tangguh, sedikit lusuh Menerawang apa yang ada di dalam benak kita Lambat laun makna itu harus terkuak Pertanyaan demi pertanyaan mulai memuncak Apakah sama yang dirasa, atau hanya lewat saja Jarak pun kembali menyapa, menakuti kecewa Mencoba melaluinya dengan memulai kata Serta guyonan kecil mencoba memunculkan tawa Disini, menunggu, dan membuat tanda demi tanda seraya menerka Berharap segera terjawab    

Setahun Sudah ?>

Setahun Sudah

Setahun sudah, terlewati sudah Cerita demi cerita yang seharusnya kau dengar Kisah berlanjut kisah yang semestinya kau lihat Yang selalu denganmu aku bagi Diantara gelas demi gelas yang biasa menjadi saksi Malam panjang pun senantiasa menemani Hingga aku pun mengakui, aku merindukan sinisan itu Celoteh dengan nada miring yang biasa dirimu panggungkan Apa kabar dirimu disana? Siapakah yang kau siniskan kini? Sudahkah dirimu bertemu dengan seseorang yang selama ini digalaukan? Dan walau kini kau tlah tiada tak kembali Namun kotamu hadirkan senyummu abadi…

Read More Read More

Billie ?>

Billie

Menghargai tidak, tidak menghargai Jiwa penipu yang bersembunyi di balik senyum palsu Mereka menyebutnya teman Mungkin saja sedang tersesat, hilang ingatan Hingga abaikan kawan, menghujam, kemudian memakan Sesuatu yang membuat lupa Wanita, sosialita, manifestasi tingkat tinggi yang membuat buta Demi sebuah harga yang mereka sebut layak Meski tamak Ah sudahlah, bahagialah dengan caramu sendiri Menarilah di atas penggalan kalimat yang congkak ini Aku? Hanya bisa tertawa dan teringat kalimat Billie “It’s something unpredictable, but in the end it’s right, I…

Read More Read More

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial