Browsed by
Category: Cerita Harian

Mendoakan, Mengusahakan, Mengikhlaskan Niat Baik ?>

Mendoakan, Mengusahakan, Mengikhlaskan Niat Baik

Sudah lebih dari 12 tahun saya berada di sini, yang membuat saya berkhianat dan murtad dari kota asal saya, Jakarta. Jujur saja, sudah sangat banyak perubahan yang saya rasakan di kota ini, Jogjakarta. Jalanan yang sudah tidak selengang dulu, masyarakat yang lebih individual, udara yang juga mulai tercemar, dan Gunung Merapi yang sudah tak terlihat lagi dari tengah kota, terhalang maraknya pembangunan hotel demi hotel. Mungkin perubahan tersebut terdengar negatif, memang benar. Tetapi pilihan tetaplah pilihan. Saya pun memilih untuk…

Read More Read More

Tujuh Sekawan ?>

Tujuh Sekawan

Yang satu, si merasa artis. Mengkhianati asal muasal, mengubur pertolongan demi pertolongan yang pernah datang. Melabeli dirinya dengan fantasi-fantasi yang dirasa sudah sepatutnya. Menilai sesuatu hanya dari angka demi angka pengikutnya saja. Teman pun dipilihnya berdasarkan untung dan rugi. Semua hanya persoalan panggung, dan bagaimana dia dapat mengisi panggung itu. Yang satu, si lupa diri. Tidak sadar, bahwa dunia sudah tidak seindah dulu. Lupa, bahwa presiden saja bisa berganti lima tahun sekali. Lupa, bahwa dia sedang menjebak dirinya sendiri dengan tidak menerima adanya perubahan. Lupa, bahwa…

Read More Read More

Tentang Rasa Nyaman ?>

Tentang Rasa Nyaman

Tadi malam, di angkringan depan kantor, ketika saya sedang khusyuk menyeruput teh hangat, teman saya yang sepertinya sedang galau menghampiri. Obrolan pun dimulai. Hingga muncul sebuah pertanyaan dari teman saya itu yang membuat saya sempat tersedak, “Emang menurutmu, cinta yang seharusnya itu bagaimana”. Jujur, saya bingung menjawabnya, karena ukuran/standart ‘seharusnya’ pasti berbeda di setiap orang. Mungkin bagi beberapa orang, seharusnya itu begitu. Namun bagi yang lainnya, bisa saja seharusnya itu begini. Saya pun hanya menjawab, “Cinta yang bisa membuat nyaman”. Singkat, padat, jelas,…

Read More Read More

Selamat Pensiun, BDI ?>

Selamat Pensiun, BDI

Saya adalah salah satu yang merasa kehilangan keseruan dari Twitter. Ya, semakin kesini Twitter memang semakin membosankan. Semakin banyak aturan, semakin banyak pertarungan. Hingga saya menyebutnya “Para warga Twitter yang maha benar”. Mungkin sudah lebih dari dua tahun saya nyuekin Twitter karena alasan-alasan itu. Masih membekas bagaimana serunya Twitter pada era kejayaannya. Bahkan bisa dibilang, sebagian besar teman-teman saya saat ini berasal dari media sosial berlogo burung tersebut. Twitter seakan mampu menjadi solusi komunikasi dengan siapapun, di belahan dunia manapun….

Read More Read More

Pilah Pilih Pilihan ?>

Pilah Pilih Pilihan

Ketika kita terbangun di pagi hari, kita kemudian memilih apa yang akan dilakukan terlebih dahulu. Melihat jam di dinding, melongok ke luar jendela, atau membuka telepon pintar kita. Jika kita memutuskan untuk membuka telepon pintar, kita pun dihadapkan dengan pilihan-pilihan berikutnya. Apa yang akan kita lihat terlebih dahulu? Perangkat chat, email, media sosial, atau kabar tentang pertandingan sepakbola tadi malam. Kita pun bangun dan keluar dari kamar. Lagi-lagi berbagai macam pilihan sudah menanti untuk ditentukan. Apakah kita ingin meminum air putih…

Read More Read More

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial