Browsed by
Author: argamoja

Tujuh Sekawan ?>

Tujuh Sekawan

Yang satu, si merasa artis. Mengkhianati asal muasal, mengubur pertolongan demi pertolongan yang pernah datang. Melabeli dirinya dengan fantasi-fantasi yang dirasa sudah sepatutnya. Menilai sesuatu hanya dari angka demi angka pengikutnya saja. Teman pun dipilihnya berdasarkan untung dan rugi. Semua hanya persoalan panggung, dan bagaimana dia dapat mengisi panggung itu. Yang satu, si lupa diri. Tidak sadar, bahwa dunia sudah tidak seindah dulu. Lupa, bahwa presiden saja bisa berganti lima tahun sekali. Lupa, bahwa dia sedang menjebak dirinya sendiri dengan tidak menerima adanya perubahan. Lupa, bahwa…

Read More Read More

Ada Saatnya ?>

Ada Saatnya

Ada saatnya, ada Ada saatnya tertawa Ada saatnya gelisah Ada saatnya meminta Ada saatnya memberi Ada saatnya, ada Ada saatnya mendengarkan Ada saatnya mengutarakan Ada saatnya menerima Ada saatnya menolak Ada saatnya, ada Dan ada saatnya bekerja Ada saatnya berlibur

530 ?>

530

Denganmu, akhirnya Seperti menyudahi ujian fisika dan seluk-beluk rumus kimia Seperti bocah SD mendengar lonceng berbunyi di hari Sabtu Seperti para buruh kantor berhasil melewati tanggal tua Seperti juru ketik menemukan sebuah judul Seperti anak singa yang melihat ibunya membawa kijang Walaupun akhirnya tetap tertera ratusan angka, berada diantara aku dan kamu Tetapi angka hanyalah angka Tidak berarti apa-apa jika tanpa rasa Semoga memang denganmu, akhirnya  

Jangan Takut Sendiri ?>

Jangan Takut Sendiri

Jangan takut sendiri Percaya akan tiba saatnya nanti Datang padamu satu hati Jangan takut terjatuh Tak usah terlalu sering mengeluh Hatimu harus selalu utuh Yakin pada setiap pilihan Pada setiap doa yang dititipkan Karena Tuhan tidak tertidur Dia hanya sedang mengatur Mencoba selalu melindungimu Menyuruhmu untuk sabar menunggu Dan tetaplah ingat Jodoh datang di saat yang tepat

Tentang Rasa Nyaman ?>

Tentang Rasa Nyaman

Tadi malam, di angkringan depan kantor, ketika saya sedang khusyuk menyeruput teh hangat, teman saya yang sepertinya sedang galau menghampiri. Obrolan pun dimulai. Hingga muncul sebuah pertanyaan dari teman saya itu yang membuat saya sempat tersedak, “Emang menurutmu, cinta yang seharusnya itu bagaimana”. Jujur, saya bingung menjawabnya, karena ukuran/standart ‘seharusnya’ pasti berbeda di setiap orang. Mungkin bagi beberapa orang, seharusnya itu begitu. Namun bagi yang lainnya, bisa saja seharusnya itu begini. Saya pun hanya menjawab, “Cinta yang bisa membuat nyaman”. Singkat, padat, jelas,…

Read More Read More

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial