Browsed by
Author: argamoja

Menunggu Salju Turun ?>

Menunggu Salju Turun

Tanda dan pertanda Yang bertubi-tubi diberikan Melalui tangan-tangan Juga peristiwa demi peristiwa Semua tampak aneh Entah hanya firasat atau malah isyarat Namun semua juga tampak nyata Meski aku tidak mengerti sama sekali Aku hanya berdansa dengan kepala tertunduk Menyisakan senyuman kecil Mungkin ini yang dinamakan meditasi Mengumpulkan kekuatan yang sejatinya masih ada Karena hidup bukanlah bisnis semata Hidup ini bukan pula sebuah ilusi Dan selalu percaya pada setiap ucapan doa Bukankah memang sejatinya demikian?    

Obrolan Setelah Jumatan ?>

Obrolan Setelah Jumatan

Setelah istirahat sholat Jumat, saya mengajak salah satu teman cleaning service untuk makan bersama. Seperti biasanya, selalu ada obrolan-obrolan yang terselip dari kegiatan inti. Obrolan kita saat itu mengacu terhadap permasalahan dalam kehidupan. Kita akhirnya menyepakati, jika terkadang dalam hidup kita sering terjebak dengan beberapa hal bijak yang membuat kita tetap bersikukuh, bahkan dalam situasi sulit sekalipun. Tapi pertanyaannya, apakah hal tersebut memang bijak atau tidak? Atau malah kita yang menganggapnya bijak, namun kenyataannya justrus sebaliknya.

Empat Sebelas ?>

Empat Sebelas

Mereka yang mengaku atas nama Tuhan Mereka yang merasa membela agama Mereka yang menyebut menjunjung kitab suci Mereka yang rela bersaksi dalam orasi Lalu berteriak dengan lantang, menjurangkan yang bersebrangan Merayakan kebencian Kemudian dalam setiap mimbarnya, menyebut ini adalah demokrasi

Mendoakan, Mengusahakan, Mengikhlaskan Niat Baik ?>

Mendoakan, Mengusahakan, Mengikhlaskan Niat Baik

Sudah lebih dari 12 tahun saya berada di sini, yang membuat saya berkhianat dan murtad dari kota asal saya, Jakarta. Jujur saja, sudah sangat banyak perubahan yang saya rasakan di kota ini, Jogjakarta. Jalanan yang sudah tidak selengang dulu, masyarakat yang lebih individual, udara yang juga mulai tercemar, dan Gunung Merapi yang sudah tak terlihat lagi dari tengah kota, terhalang maraknya pembangunan hotel demi hotel. Mungkin perubahan tersebut terdengar negatif, memang benar. Tetapi pilihan tetaplah pilihan. Saya pun memilih untuk…

Read More Read More

Tentang Rindu Yang Pendendam ?>

Tentang Rindu Yang Pendendam

Yang mencoba berjuang Yang mencoba menyapa Merangkai kata demi kata Meski dari hal yang paling buruk sekalipun, jarak Yang kemudian asyik mengisi hari demi hari, dengan hitungan demi hitungan waktu yang telah disepakati Tempat yang telah ditentukan Dan juga rindu yang pendendam Semakin mencoba dihilangkan, semakin liar rindu membuat kita terkapar Ah entahlah, beruntung kita diselamatkan zaman Sehingga tautan angka tidak lagi membuat murung Namun semakin menarik untuk dihitung

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial