Sebuah Jas Hujan ?>

Sebuah Jas Hujan

Akhirnya event-pun hanya tinggal satu malam lagi, bahkan bisa dibilang hanya hitungan jam saja. Malam ini kafe tutup tidak seperti biasanya (jam 2 pagi), tetapi jam 11 sudah tutup. Hal ini dilakukan untuk preparing dan mensetting kafe untuk dijadikan tempat ‘pertempuran’ besoknya.

Arga sebagai Project Director sibuk memperhatikan beberapa kru yang sedang mensetting venue, dan panggung. Sementara Yomi, selaku marketing kafe terlihat serius membuat dekorasi interior merah putih, dibantu beberapa karyawan kafe lainnya. Semuanya tampak ‘bersemangat’malam itu, kecuali Ninda yang nggak keliatan batang hidungnya .

Bahkan petinggi dari sponsor pun menyempatkan datang untuk melihat persiapan itu. Melihat persiapannya didatangi oleh petinggi dari sponsor, Arga menyempatkan diri untuk mengajak Pak Andy (petinggi tersebut) mengobrol.

“Besok dateng pak?” tanya Arga kembali memulai ngobrol dengan pak Andi

“Wah dateng lah… namanya juga tujuh belas Agustus, harus ikut merayakan dong” jawab pak Andi

“Bener banget pak…”

“Makanya saya seneng banget waktu ngebaca proposal kamu, idenya oke”

“Tapi ini semua kan berkat bantuan Ninda juga Pak dari EO Line Communication…”

EO apa tadi… saya nggak ngerti maksudnya mas Arga” Pak Andi tampak sedikit kaget

“Line Communication pak, loh bukannya itu eo dari sponsor juga pak?”

“Ah… bukan, saya sama sekali nggak tau… EO kita itu cuma satu, dan itu namanya juga bukan Line Communication…”

“Trus yang masukin proposal ini siapa?” Arga terlihat tegang, bertanya dalam hatinya “Lalu Ninda itu siapa, mengapa Ninda membantu mati-matian Arga dan Yomi untuk suksesnya acara ini?”        

“Loh kok malah nanya ke saya… saya mah hanya dikasih karyawan saya aja, trus saya baca, trus saya acc… memangnya ada apaan toh?”

“Oh gitu… “

“Ng… nggak Pak, mungkin saya aja yang miss communication sama Yomi, hehe… maaf”

“Oh… yaudah nyantai aja, toh acaranya juga jadi kan?”

“I… iya Pak… “

“Mas Arga, saya mau pulang dulu ya… tadi saya beli makanan buat istri saya di rumah, jadi nggak bisa lama-lama….”

Tiba-tiba Mas Yudi (kasir Kafe) memanggil, “Ga..tadi sore Ninda dateng ke kafe, dia nitip ini buat kamu” sambil memberikan sebuah bingkisan kotak yang dibungkus oleh kertas kado berwarna biru.

Buru-buru Arga membuka bungkusan tersebut. Ternyata isi bingkisan itu adalah sebuah jas ujan berwarna biru yang sudah tampak lusuh, namun masih terawat. Arga kaget dan sepertinya dia sangat mengenali jas ujan tersebut.

“Maksudnya apa ini Ga?” Tanya Yomi ikutan bingung

“Ini jas ujan punya gua dulu, jaman gua SD…”

“Waktu itu hujan deres, kita habis pulang les di sekolah…, gua ngeliat ada anak perempuan duduk sendirian di deket gerbang, dia nggak bisa pulang, sementara sekolah udah sepi banget… Gua kasihin aja jas ujan gua ini, soalnya gua kasian banget ngeliat dia” lanjut Arga

“Tapi dia cuma dua bulan aja di sekolah gua, dan sore itu adalah hari terakhir dia di sekolah gua…, dia pindah keluar kota, karena kerja bokapnya pindah-pindah… dan setelah gua inget-inget, nama anak itu Aninda, alias Ninda…”

Arga kemudian membuka amplop yang ada di dalam surat itu :

——————————————————————————————-

——————————————————————————————-

Hai Ga…

Moga – moga kamu masih inget sama jas ujan kamu itu

Jas itu aku bawa terus kemanapun aku pindah

Aku janji sama diri aku untuk mulangin jas ujan ini sama pemiliknya, yaitu kamu….

Selama itu juga aku selalu inget dan nyari kamu

Bagi aku, kamu itu sosok yang terbaik yang pernah aku kenal, meski cuma sesaat aja kita ketemu

Kamu itu pencarianku selama ini,

Ternyata kamu nggak banyak berubah dari yang dulu

Maaf aku bohong sama kamu dan Yomi, semoga kalian bisa maafin aku

Aku itu temennya Jersy (sahabat kamu), tapi aku udah lulus tahun ini

Aku ngeliat foto kamu di hp Jersy, trus sering denger cerita tentang kamu juga dari dia

Jersy juga bilang, kamu buat tim entertaint di OWN Kafe, dan mau bikin acara tujuh belasan

Makanya aku nyamar jadi eo, dan untungnya proposal kita di terima dan di acc

Padahal aku sempet tegang banget, kalo-kalo aja ditolak proposal kita

Aku seneng banget ternyata kamu emang Arga yang dulu pernah nolongin aku waktu aku keujanan dulu

Seneng banget bisa ketemu kamu, aku gak percaya ini bisa kejadian!

Tapi aku gak bisa lama-lama di Jogja Ga…

Hari ini aku musti balik ke Kalimantan, karena ayahku udah tinggal disana untuk selamanya… alias gak bakal pindah-pindah lagi kayak kemarin-kemarin, karena sebentar lagi dia pensiun

Maaf aku gak bisa bantuin lagi untuk acara besok, but the show must go on…oke!?

Dan aku yakin kamu mampu! Gud luck ya…

Thanks ya Ga… ngebuat aku jadi speechless,waktu pertama kali kita ketemu, hehe…

Akhirnya pencarian aku selama ini gak sia-sia

Mudah-mudahan aja kamu juga jadi orang yang aku cari untuk hidup aku

Last but not least, I’m gonna miss u…

                                                                                     

                                                                                                                            Ninda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial