Salam Super Miris!

Bulan ini, Jogja lagi kedatengan beberapa ‘Juru Sukses’ atau orang-orang yang suka ngoceh, dan menganggap bahwa dia adalah sebuah contoh kesuksesan, jadi kita harus dengerin dia ngoceh, baru bisa sukses. Mereka sering bilang, kalo mereka punya kunci menjadi milyarder, nyatanya mereka nggak termasuk 5 besar orang terkaya di Indonesia. Oh, atau jangan-jangan mereka kan cuma ngajarin jadi milyarder, bukan trilyuner. Nah, orang nomer lima terkaya di Indonesia di tahun 2011 aja (Abu Rizal Bakrie), kekayaannya 34 trilyun.

Awalnya sih  gw suka merhatiin acaranya si Teguh. Banyak quote-quote keren yang gw dapet dari acara tersebut. Dan banyak juga sih kalimat-kalimat dia yang buat gw mikir sembari bilang “Oh, iya juga ya…. Hmmm” sambil manggut-manggut. Tapi makin lama makin lama, mulailah bermunculan beberapa orang yang kayak si Teguh itu, makin menjamur, dan gw lumayan sensitif kalo ngebahas orang-orang kayak gini. Mereka seolah ngebuat hidup itu gampang dan akan berhasil KALO LO IKUTIN APA YANG KITA LAKUIN. Si Tunk, Si Ipo, Si Chandra, dan masih banyak lagi. Dengan sangat yakinnya, mereka bilang kalo mereka telah mempunyai kunci yang bisa ngebuat kita semua jadi sukses.

Read the rest of this entry »

Jogja Is Timewa

Slogan judul gw kali ini gw ‘curi’ dari baju yang dipake sama salah satu personilnya Jogja Hiphopdiningrat, mboh sopo jenenge, soalnya gw cuma apal sama Mas Juki a.k.a @killthedj. Pas acara VOTE (Voice From The East) hari Sabtu (14/04/2012) kemarin. Secara kebetulan, gw jadi LO salah satu seniman asal Jogja, Om Djaduk Ferianto. Judul Jogja Is Timewa ini juga gw dapet gara-gara kerjaan jadi LO ini.

Awalnya gw dimintain tolong sama @dianparamita buat jadi LO di acara ini, selain gw, ada juga @rakaafifuddin @ToniSB @utieed dan masih banyak lagi pokoknya. Soalnya artis yang dateng juga banyak, ada Glenn Fredly, Gugun Blues Shelter, Superman Is Dead, Jogja Hiphopdiningrat, Shaggy Dog, Pandji, Melanie Subono, Tompi, Djaduk Ferianto feat Kuaetnika, Butet Kertarajasa, Ras Muhammad, dan juga SLANK. Karna ini acaranya charity, jadi yang jadi LO pun tanpa bayaran (gak tau panitia lainnya, mungkin begitu juga), dan mungkin gara-gara itu LOnya juga amatiran, ya kita-kita ini yang hanya bermodalkan membantu teman.

Dapet brief H-2 dan cuma sekitar 1 jam-an, dan sisanya dikirim melaui email, itulah pegangan kita.

Read the rest of this entry »

Kenapa Harus Dia?

Hai, halo, lama bener dah gak nulis… Gara-gara lupa bayar tagihan domain juga sih :|

Lagi libur pajang nih, lagi long weekend, lumayan nganggur, sore-sore lagi ngadem di Slushie, dan lagi mau cerita tentang seseorang juga, seorang pria, yang udah gak muda lagi usianya, tapi masih punya jiwa METAL didirinya. Karna dia adalah salah satu fans berat Metalica!

Cerita berawal dari beberapa taun yang lalu, gw ngamatin sebuah ‘metode komunikasi’ yang awalnya gw ragu komunikasi tersebut bisa mencapai tujuannya. Karna memang alot, menurut gw. Komunikasi antara sebuah birokrasi pemerintahan dengan masyarakat kelas bawah, yang kali ini diwakili oleh pedagang kaki lima/ PKL. Komunikasi ini bertujuan untuk memindah/mengalokasikan para PKL tersebut. Diluar dugaan, meskipun komunikasi tersebut dilakukan beberapa kali, namun berhasil mencapai tujuannya, bahkan kalo boleh gw bilang, lebih dari berhasil!Komunikasi yang sangat telaten dan sederhana itu berhasil merayu para pedagang kaki lima untuk setuju dialokasikan.

Di mata gw, yang pernah kerja di dunia marketing (dan emang menyukai dunia ini), gw sangat mengagumi cara komunikasi yang dilakukan oleh pria tersebut. Meskipun bukan dalam bentuk jualan, tapi ‘komunikasi pedekate’  yang dilakukan pria ini sangat keren, lagi-lagi menurut gw. Jika diibaratin, alokasi itu adalah barangnya, dan targetnya adalah para PKL (yang seperti kita tau, mereka lumayan susah diatur), dan itu sukses.

Read the rest of this entry »

Dear, My Self

Sahabat jangan kau menyerah

Walau ku yakin kau lelah

Sahabat jangan kau bersedih

Walau ku yakin ini perih

Ku tahu beban itu

Begitu beratnya untuk kau taruh di pundakmu

Disaat pundak yang kau butuhkan pergi, entah kapan kembali

Dirimu pun sendiri, berjalan tak pasti

Tapi ini jalanmu, tetap pada porosmu

Masih banyak yang merindukan senyummu, hadirmu

Tetaplah percaya

Pasti akan ada dunia, yang penuh dengan asa

Ku yakin kamu bisa

Sahabat jangan kau menyerah

 

Terima Saja

Sebenarnya, aku tak tega melukai diriku sendiri

Kau bilang aku pengecut, aku tidak pernah takut

Kau bilang aku penggoda, aku hanya bisa tertawa

Silahkan berkaca

Kau bilang aku munafik, bukankah kamu yang sirik?

 

Perlahan, namun pasti

Cepat atau lambat

Hal ini pasti terjadi, kita berdua menari

Bersama memberikan senyum, dendam, diatas rasa sayang

Penonton menangis, bersorak, hingga suara pun serak

Karna kita hanya bagian dari masa lalu

Jangan salahkan aku, kau yang pertama merayu

Sesalmu bukan milkku lagi

Jangan salahkan aku, kau yang membuang rindu

Sesalmu bukan risauku lagi

 

Semua ini hanya cara

Suka atau tidak, terima saja

Sakit atau tidak, terima saja

Entah siapa yang tertarik, memberi tanda dengan air mata

Aku atau kamu, itu bukan hal utama

Karna ingatlah, semua ini hanya cara

 

 

#RepublikTwitter

Beberapa hari yang lalu, sebuah film asal Indonesia -bukan berbau horor dan tanpa adegan belahan dada- release. Film yang dari judulnya udah bisa diduga, kalo film ini mengangkat tema tentang dunia maya. Khususnya adalah dunia kicauan, atau Twitter. Yap, filmnya berjudul Repuplik Twitter. Hmmmm, sepertinya seru nih film, secara gw kan salah satu penghuni dunia Twitter yang aktif getoh, penasaran deh jadinya. Apalagi film ini bisa dikatakan dari Jogja! Sutradaranya @KuntzAgus, produsernya @ajishdibyo adalah orang Jogja, dan beberapa kru lainnya yang juga dari Jogja.

PENASARAAAANNNN…

Pas premiere-nya gw gak bisa nonton, kebetulan ada acara bareng temen-temen. Beberapa orang yang nonton duluan, pada rame ngetweet tentang dialog-dialog di film tersebut ditambah dengan hashtag #republiktwitter. Tapi kok kebanyakan dari mereka pada ngetweet tentang dialog-dialog  percintaanyya ya?? Duhhhh, semoga aja film ini bukan 100% film percintaan. Walaupun gw udah baca sinopsisnya, yang secara garis besar, film ini mengisahkan tentang Sukmo (mahasiswa asal Jogja) yang penasaran ingin bertemu dengan seorang jurnalis asal Jakarta yang ia kenal di Twitter, Hanum. Tapi ya semoga aja, film ini nggak fokus nyeritain hal tersebut terus.

Read the rest of this entry »

Menarilah, Sahabatku

Menarilah, sahabatku

Tarian-tarian yang telah kalian ajarkanku saat ini

Tarian apik bahagia

Tarian pelupa masalalu, meghilangkan rasa sakit, getir pahit yang ternyata tak begitu sulit

Aku masih ingat benar, ketika kalian pertama kali menawarkan tarian itu

Menawarkan tarian sekaligus penawar sakit hati

Gerakan yang kita ciptakan, melangkah, lalu kita olah, meliuk, seolah membuat lupa akan waktu

Tertawa, bersama, nuansa ini pasti selalu ada, di dalam gerakan tarian kita

Ada kalanya aku lupa akan beberapa gerakan, membuat ku kembali teringat sesuatu

Sesuatu yang membuatku tersungkur, remuk termakan kenangan

Mengenang sesuatu yang telah jauh, dan membuatku jatuh

Tapi kalian selalu sabar, dan tak pernah segan memarahiku

Kembali mengajarkan gerakan yang hilang, menjadi sebuah tarian yang sempurna

Mari menari lagi, habiskan hari, menangkan hati

 

 

Recent Comments
Twitter
Chat Box